PENGERTIAN BELAJAR DAN PENGERTIAN PEMBELAJARAN

Posted By Aina Mulyana on Sunday, January 3, 2016 | 5:13 AM



Pengertian Belajar
PENGERTIAN BELAJAR

Belajar sesungguhnya merupakan aktifitas mental atau (Psikhis) yang terjadi karena adanya interaksi aktif antara ndividu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan yang bersifat relativ tetap dalam aspek-aspek kognitif, aspek psikomotor dan aspek afektif. Perubahan tersebut dapat berubah sesuatu yang sama sekali baru atau penambahan atau penyempurnaan dari hasil belajar yang telah di peroleh sebelumnya.

Pengertian belajar menurut W.S Winkel, merupakan suatu proses pembentukkan tingkah laku secara terorganisir. Menurut T.Raka Joni, Belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman .Sedangkan Menurut  Lester Crow &Alice Crow, Belajar adalah perbuatan untuk memperoleh kebiasaan, ilmu, pengetahuan dan berbagai sifat.





Definsi belajar menurut Sardiman A.M. (2003 : 22) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses interaksi antara individu dengan lingkungannya yang mungkin berwujud pribadi, fakta, konsep ataupun teori”. Dalam proses interaksi ini terkandung dua maksud yaitu: 1) Proses Internalisasi dari sesuatu ke dalam diri yang belajar. 2) Proses ini dilakukan secara aktif dengan segenap panca indera ikut berperan.

Berdasarkan pendapat W.S Winkel dan Sardiman A.M dapat disimpulkan bahwa dalam belajar terjadi 1) perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang sedang belajar, 2) interaksi dengan lingkungannya, baik berupa pribadi, fakta, dsb.

Di sekolah, belajar merupakan kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada siswa, sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif, seperti yang dikemukakan oleh Rochman Natawijaya dalam Depdiknas, 2005 : 31, pengertian belajar aktif adalah “Suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktivan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar yang berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor”.

Pengertian belajar menurut  Slavin dalam Catharina Tri Anni (2004), menyatakan bahwa belajar merupakan proses sesorang dalam memperoleh kemampuan yang berasal dari pengalaman. Menurut Gagne dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan perubahan perilaku.


Pengertian Belajar menurut Bell-Gredler dalam Udin S. Winataputra (2008) adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies, skills, and attitude. Kemampuan (competencies), keterampilan (skills), dan sikap (attitude) tersebut diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai masa tua melalui rangkaian proses belajar sepanjang hayat.

Ini Contoh Pengertian Belajar Sebagai sebuah Proses


Definisi belajar menurut Hilhard Bower dalam buku Theories of Learning (1975). “Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecendrungan respon pembawaan kematangan”.

Sedangkan Pengertian Belajar menurut Morgan adalah “Setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman”.

Definisi belajar menurut Wetherington merupakan suatu perubahan didalam kepribadian yang mengatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian.

Sedangkan Drs. M. Ngalim Purwanto, MP memberikan definisi belajar dari beberapa elemen :
a.Belajar adalah merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik tetapi ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.
b. Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman dalam arti perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau tidak dianggab sebagai hasil belajar seperti perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seorang bayi.
c. Belajar adalah perubahan relatif mantap, harus merupakan akhir dari pada suatu priode waktu yang cukup panjang.
d. Belajar merupakan perubahan tingkah laku yang menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis seperti : perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah, berpikir, keterampilan, kecakapan, kebiasaan ataupun sikap.

Belajar dapat didifensikan sebagai suatu proses yang mana suatu kegiatan berasal atau berubah lewat reaksi dari suatu situasi yang dihadapi, dengan keadaan bahwa karaktarestik­karaktarestik dari perubahan aktivitas tersebut tidak dapat dijelaskan dengan dasar kecendrungan-kecendrungan reaksi asli, kematangan, atau perubahan sementara dari organisme. (Learning is theprocess by which an activity that the characteristics of the change in activity cannot be explained on the basis of native response tendencies, maturation, and temporary states of the organism) (Hilgard & Bower, 1996:2, dalam Jogiyanto, 2006:12).
 
Ini Contoh Aktivitas Belajar

Belajar merupakan aktivitas atau kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia, dan berlansung seumur hidup (long live educational). Belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang melalu interaksi dengan lingkungannya untuk merubah perilakunya. Dengan demikian hasil dari kegiatan belajar adalah berupa perubahan perilaku yang relative permanen pada diri orang yang belajar, perubahan tersebut diharapkan adalah perubahan perilaku positif. Belajar juga merupakan aktifitas mental atau psikhis yang terjadi karena adanya interaksi aktif antara ndividu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan yang bersifat relativ tetap dalam aspek-aspek : kognitif, psikomotor dan afektif. Perubahan tersebut dapat berubah sesuatu yang sama sekali baru atau penyempurnaan / peningkatan dari hasil belajar yang telah di peroleh sebelumnya.


Makna dari proses belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku, karena memperoleh pengalaman baru. Melalui pengalaman belajar siswa (peserta didik) memperoleh pengertian, sikap penghargaan, kebiasaan, kecakapan atau kompetensi clan lainnya sebagainya. Agar peserta didik meperoleh sejumlah pengalaman baru, maka mereka harus mengikuti kegiatan belajar. Kegiatan belajar merupakan aktivitas tingkah laku yang diperoleh dari dalam proses belajar seperti: mengamati, mengkaji, mendengar, membaca, menghafal, merasakan, dan menerima (Cronbach,1954, dalam Suhertian, 2000:30)

Berikut ini beberapa pengertian belajar yang lainya menurut para Ahli diantaranya
1) W.H. Buruton (the Guidance of learning Activities, 1984) definisi belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adnya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya.  
2) Ernaest R. Hilgard (Introduction to Psychology) menyatakan definisi belajar adalah suatu proses perubahan kegiatan, reaksi terhadap lingkungan. 
3) H.C. Witherington (Educational Psychology) menyatakan definisi belajar adalah Suatu perubahan di dalam keperibadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi berupa percakapan, sikap, kebiasaan keperibadian atau suatu pengertian. 
4) Gage Berlinger menyatakan definisi belajar adalah Suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman  

Dari definisi-defisini yang dikemukan oleh banyak pakar, terdapat keragaman bagi kalangan ahli psikologi menjelaskan makna belajar (learning). Secara umum perspektif psikologis belajar dapat didefinisikan sebagai " suatu proses perubahan perilaku individu seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman baru, perubahan yang terjadi bukan karena perubahan secara alami atau karena menjadi dewasa yang dapat terjadi dengan sendirinya, namun yang dimaksud perubahan perilaku di sini adalah perubahan yang dilakukan secara sadar dari reaksi dari situasi yang dihadapi. Slameto (1991:4) menyatakan bahwa proses perubahan perilaku sebagai hasil belajar memiliki ciri :
(a) perubahan perilaku individu terjadi secara sengaja dan sadar;
(b) perubahan perilaku individu bersifat kontinu dan fungsional;
(c) perubahan perilaku individu bersifat positif dan aktif;
(d) Perubahan sepanjang hayat;
(e) proses belajar terarah dan bertujuan;
(f) perubahan mencakup apek perilaku individu.

Pengalaman baru yang didapat dari belajar diartikan sebagai kegiatan atau usaha mengembangkan arti dari peristiwa atau situasi, sehingga orang dapat memiliki cara pemecahan suatu masalah baiksekarang maupun masa yang akan datang. Pengalaman merupakan usaha untuk tindak selanjutnya. Pengalarnan harus dipelajari sendiri. Pengalaman yang luas memungkinkan kita memperoleh pengertian yang mendalam tentang suatu masalah, sehingga membesarkan kemampuan untuk menerapkan atau mempraktekkannya (Sahartian, 2000:7).

Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan tugas belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan,keterampilan dan sikap-sikap yang baru, yang diharapkan tercapai oleh siswa. tujuan belajar adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsungnya proses belajar.

Tujuan belajar terdiri dari tiga komponen yaitu: Tingkah laku terminal, kondisi-kondisi tes, standar perilaku. Tingkah laku terminal adalah komponen tujuan belajar yang menentukan tingkah laku siswa setelah belajar. tingkah laku itu merupakan bagian tujuan yang menunjuk pada hasil yang diharapkan dalam belajar. kondisi-kondisi tes, komponen ini menentukan situasi dimana siswa dituntut untuk mempertunjukkan tingkah laku terminal. kondisi-kondisi tersebut perlu disiapkan oleh guru, karena sering terjadi ulangan/ ujian yang diberikan oleh guru tidak sesuai dengan materi pelajaran yang telah diberikan sebelumnya.

Ada tiga kondisi yang dapat mempengaruhi perilaku saat tes. pertama, alat dan sumber yang harus digunakan oleh siswa dalam upaya mempersiapkan diri untuk menempuh suatu tes, misalnya buku sumber. kedua, tantangan yanng disediakan terhadap siswa, misalnya pembatasan waktu untuk mengerjakan tes. ketiga, cara menyajikan informasi, misalnya dengan tulisan atau dengan rekaman dll. tujuan-tujuan belajar yang lengkap seharusnya memuat kondisi-kondisi di mana perilaku akan diuji. Ukuran-ukuran perilaku, komponen ini merupakan suatu pernyataan tentang ukuran yang digunakan untuk membuat pertimbangan mengenai perilaku siswa. suatu ukuran menentukan tingkat minimal perilaku yang dapat diterima sebagai bukti, bahwa siswa telah mencapai tujuan, misalnya: siswa telah dapat memecah suatu masalah dalam waktu 10 menit. Ukuran-ukuran perilaku tersebut dirumuskan dalam bentuk tingkah laku yang harus dikerjakan sebagai lambang tertentu, atau ketepatan tingkah laku, atau jumlah kesalahan, atau kedapatan melakukan tindakan, atau kesesuainya dengan teori tertentu.

Belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Salah satu  pertanda bahwa sesorang telah belajar sesuatu adalah adanya perubahan tingkah laku didalam dirinya, yaitu :
1) Perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif)
2) Keterampilan (psikomotor)
3) Menyangkut nilai dan sikap (afektif)

4) Perubah tersebut terjadi sebagai akibat interaksi dengan lingkungannya. 

Ciri-Ciri Belajar  
1) Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), Keterampilan (psikomotor) dan Menyangkut nilai dan sikap (afektif).
2) Perubahan itu tidak berlangsung sesaat aZ melainkan menetap atau dapat di simpan.
3) Perubahan itu tidak terjadi begitu aZ  melainkan harus dengan usaha.
4) Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.
5) Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik / kedewasaan, tidak karena kelehan, penyakit atau pengaruh obat-obatan. 

Belajar terjadi karena adanya 
1) Hasrat ingin tau manusia yang terus menerus  terhadap dunia sekelilingnya dalam proses mencari jawabannyalah seseorang mengalami proses belajar.  
2)  Adanya kebutuhan yang harus dipenuhi à Maslow  
3)  Untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui atau menyempurnakannya, adanya perubahan prilaku, menambah wawasan.  
4)  Untuk mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan. 
5)  Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri.  
6)  Mengisi waktu luang  
7)  Mencapai cita-cita.  


PENGERTIAN PEMBELAJARAN

Sedikit berbeda dengan belajar, Pengertian Pembelajaran diartikan sebagai upaya yang dilakukan untuk membantu seseorang atau sekelompok orang sedemikian rupa dengan maksud supaya di samping tercipta proses belajar juga sekaligus supaya proses belajar menjadi lebih efesien dan efektif. Pengertian pembelajaran juga dimaksud sebagai upaya yang dilakukan untuk membantu seseorang atau sekelompok orang sedemikian rupa dengan maksud supaya di samping tercipta proses belajar juga sekaligus supaya proses belajar menjadi lebih efesien dan efektif.
 
Pengertian Pembelajaran

Pengertian Pembelajaran wikipedia.org adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Sedangkan Pengertian Pembelajaran menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”.

Pengertian Pembelajaran Darsono (2002: 24-25) merupakan “suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik”. Sedangkan Pengertian Pembelajaran menurut Oemar Hamalik (239: 2006) adalah “suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran”. berdasarkan teori-teori yang dikemukakan ahli tentang pembelajaran, Oemar Hamalik mengemukakan 3 (tiga) rumusan tentang Pengertian Pembelajaran yang dianggap lebih maju, yaitu:
1) Pembelajaran adalah upaya mengorganisasikan lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik.
2) Pembelajaran adalah upaya mempersiapkan peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang baik.
3) Pembelajaran adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pengertian pembelajaran menurut Gagne, Briggs, dan wagner dalam Udin S. Winataputra (2008) adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkingan belajar.

Pengertian pembelajaran menurut Arikunto (1993: 12) adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang belajar”. Lebih lanjut Arikunto (1993: 4) mengemukakan bahwa “pembelajaran adalah bantuan pendidikan kepada anak didik agar mencapai kedewasaan di bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap”. 

Tujuan pembelajaran pada hakekatnya adalah rumusan tentang perilaku hasil belajar ( kognitif, psikomotor, dan afektif ) yang diharapkan untuk dimiliki (dikuasai) oleh si pelajar setelah si pelajar mengalami proses belajar dalam jangka waktu tertentu.
 
Ini Contoh Aktivitas Pembelajaran
Yang menjadi kunci dalam rangka menentukan tujuan pembelajaran adalah kebutuhan siswa,mata ajaran, dan guru itu sendiri. berdasarkan kebutuhan siswa dapat ditetapkan apa yan hendak dicapai dan dikembangkan dan diapresiasikan. berdasarkan mata ajaran yang ada dalam petunjuk kurikulum dapat ditentukan hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. guru sendiri adalah sumber utama tujuan bagi para siswa dan dia harus mampu menulis dan memilih tujuan pendidikan yang bermakna dan dapat diukur.

Suatu tujuan pembelajaran sebaiknya memenuhi kriteria sebagai berikut:
a.   Tujuan itu menyediakan situasi atau kondisi untuk belajar, misalnya: dalam situasi bermain peran.
b.   Tujuan mendefinisikan tingkah laku siswa dalam bentuk dapat diukur dan dapat diamati.

c.   Tujuan menyatakan tingkat minimal perilaku yang dikehendaki, misalnya pada peta pulau jawa, siswa dapat mewarnai dan memberi label pada sekurang-kurangnya tiga gunung utama.





Hakikat pendidikan sesungguhnya adalah belajar. Selanjutnya dikemukakan bahwa pendidikan bertumpu pada empat pilar, yaitu :
1.  Learning To Know, adalah upaya memahami instrumen-instrumen pengetahuan baik sebagai alat maupun sebagai tujuan, maksudnya sebagai alat, pengetahuan tersebut diharapakan akan memberikan kemampuan setiap orang untuk memahami berbagai aspek lingkungan agar mereka dapat hidup dengan harkat dan martabatnya, dalam rangka mengembangkan keterampilan kerja dan berkomunukasi dengan berbagai pihak yang diperluakn. Sedangkan sebagai tujuan, pengetahuan akan bermanfaat dalam rangka peningkatan pemahaman, pengetahuan, serta penemuan di dalam kehidupan.
2.  Learnig To Do, adalah lebih ditekankan pada bagaimana mengajarkan anak-anak untuk mempraktikkan segala sesuatu yang telah dipelajarinya dan dapat mengadaptasikan pengetahuan-pengetahuan yang telah diperolehnya tersebut dengan pekerjaan- pekerjaan di masa depan. Sebgaimana juga pada pilar pertama, belajar menerapakan sesuatu yang telah diketahui juga harus dilakukan secara terus-menerus, karena proses perubahan juga akan berjalan tanpa hentinya.
3.  Learning to live together, Learning to live with others, pada dasarnya adalah mengajarkan melatih dan membimbing peserta didik agar mereka dapat menciptakan hubungan melalui prasangka-prasangka buruk terhadap orang lain serta menjauhi dan menghindari terjadinya perselisihan dan konflik.
4.  Learning to be, Sebagaimana diungkapakan secara tegas oleh komisi pendidikan bahwa prinsip fundamental pendidikan hendakalah mampu memberikan konstribusi untuk perkembangan seutuhnya setiap orang koma, jiwa dan raga, intelegensi, kepekaan, rasa etika, tanggung jawab pribadi dan nilai-nilai spiritual

Ke empat pilar pendidikan sebagaimana dipaparkan diatas, sekaligus merupakan misi dan tanggung jawab yang harus di emban ( dipegang ) oleh pendidikan. Melalui kegiatan belajar mengetahui, belajar berbuat, belajar hidup bersama dan belajar menjadi seseorang yang didasari keinginan secara sungguh-sungguh maka akan semakin luas wawasan seseorang tentang pengetahuan, tentang nilai-nilai positif serta berbagai dinamaika perubahan yang terjadi. Kesemuanya ini diharapakan menjadi modal fundamental bagi seseorang untuk mampu mengarahkan diri dalam berperilku positf berpijak pada nilai-nilai yang dia yakini kebenarannya dan pada giliran akan semakin terbuka pikiran untuk melihat fakta-fakta yang benara dan salah.





Blog, Updated at: 5:13 AM

2 comments:

----------------------------------------------