ORANG TUA YANG MENCUKUR RAMBUT GURU KARENA TIDAK TERIMA RAMBUT ANAKNYA YANG GONDRONG DIPOTONG AKHIRNYA DIPIDANA

Posted By Aina Mulyana on Monday, January 4, 2016 | 5:11 AM

Potret pendidikan Indonesia tercoreng dengan peristiwa di Majalengka, Jawa Barat. Guru yang mendisiplinkan siswanya dengan memotong rambut siswa malah digunduli balik orang tua. Kasus ini berakhir di Mahkamah Agung (MA).

Kasus bermula saat guru honorer SDN Penjalin Kidul V, Majalengka, Jawa Barat, AS melakukan razia rambut gondrong di kelas III pada 19 Maret 2012. Dalam razia itu, didapati 4 siswa yang berambut gondrong yaitu AN, M, MR dan THS.




Mendapati rambut gondrong ini, AS lalu melakukan tindakan disiplin dengan memotong rambut THS ala kadarnya sehingga gundul tidak beraturan. Sepulang sekolah, THS menceritakan hukuman disiplin itu ke orang tuanya (IH). Atas laporan itu, IH tidak terima dan mendatangi sekolah. IH marah-marah dan mengancam balik AS. Tidak sampai di situ, IH lalu menggunduli AS dan melaporkannya ke polisi. 

Atas tragedi pendidikan ini, guru di Majalengka tidak terima dan melaporkan balik IH. Kasus ini berlanjut ke pengadilan. 

AS awalnya dihukum pidana percobaan di tingkat pertama dan banding. MA lalu membebaskan AS karena sebagai guru, tugasnyalah mendidik siswa, termasuk mencukur siswa yang gondorng.

Bagaimana dengan IH? Ia awalnya juga dihukum percobaan di tingkat pertama. Tapi oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, majelis hakim mencoret hukuman percobaan dan menjatuhkan pidana penjara kepada IH selama tiga bulan.

"Bahwa dengan amar pidana percobaan terhadap Terdakwa, maka status Terdakwa tidak berada dalam tahanan, sehingga dikhawatirkan Terdakwa mengulangi perbuatan pidana yang serupa lagi," demikian putus majelis banding yang dikutip detikcom dari website Mahkamah Agung (MA), Jumat (1/1/2016).

Putusan PT Bandung ini diambil secara bulat oleh ketua majelis Pasti Serefina Sinaga dengan anggota Wiwik Widijastuti dan Soebagio Wirosoemarto.

"Bahwa putusan tersebut (hukuman percobaan yang diberikan Pengadilan Negeri Majalengka) tidak memberi efek jera bagi Terdakwa," ucap majelis pada 9 Januari 2013.

Majelis yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa yang dilakukan AS bin Kmld, yaitu menggunting rambut siswa yang salah, dalam rangka menjalankan tata tertib sekolah tersebut.

"Memutuskan terdakwa telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan melawan hukum memaksa orang lain untuk membiarkan sesuatu dengan perbuatan yang tidak menyenangkan," ucap majelis.

IH tidak terima atas hukuman penjara ini dan mengajukan kasasi. Tapi karena UU menyatakan pasal yang ancamannya kurang dari 1 tahun tidak bisa dikasasi, maka permohonan kasasi IH tidak diterima.

"Tidak menerima permohonan kasasi," putus MA yang dikutip dari wesbitenya, Jumat (1/1/2016). Duduk sebagai ketua majelis adalah hakim agung Salman Luthan, hakim agung Desnayeti dan hakim agung Syarifuddin. 

Guru SD AS (31) melaksanakan tugas dalam mendidik siswa dengan cara menggunting rambut siswa yang gondrong. Alih-alih mendapat apresiasi, polisi dan jaksa malah mempidanakan AS.
Berikut Kronologis yang dialami  Guru SD AS (31)   pengajar SDN Penjalin Kidul V, Majalengka, Jawa Barat itu:

19 Maret 2012
AS melakukan razia rambut gondrong di kelas III usai upacara bendera menjelang UAS pagi hari. Dalam razia itu, didapati 4 siswa berambut gondrong yaitu AN, M, MR dan THS. Kepada mereka lalu AS mencukur rambut karena gondrong.
Sore harinya, ayah THS mendatangi sekolahan dan memukuli AS. Atas hal itu, AS melaporkan penganiayaan ke polisi. Tapi ayah THS melaporkan balik atas tindakan AS mencukur anaknya

26 Maret 2012
Perwakilan PGRI Kabupaten Majalengka meminta polisi menyidik ayah THS karena dianggap sebagai tindak pelecehan terhadap profesi guru

23 Mei 2012
Polisi yang menyidik kasus tersebut melimpahkan berkas perkara AS ke jaksa

21 Juni 2012
Ketua DPRD Majalengka, Surahman meminta kasus itu tidak diteruskan ke pengadilan karena yang dilakukan AS dalam rangka menegakkan disiplin di kelas untuk menanamkan budi pekerti yang luhur sebagai upaya menyiapkan generasi penerus yang berakhlakul karimah dan tahu tata karma

29 Oktober 2012
Ratusan pelajar SMA Negeri 2 Majalengka, menggelar aksi solidaritas terhadap AS

30 Oktober 2012
Jaksa lalu mendakwa AS dengan 3 pasal yaitu:
1. Pasal 77 huruf a UU Perlindungan Anak tentang perbuatan diskriminasi terhadap anak. 
2. Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak
3. Pasal 335 ayat 1 kesatu KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

16 April 2013
Jaksa menuntut AS untuk dihukum selama 3 bulan penjara

2 Mei 2013
Pengadilan Negeri (PN) Majalengka menjatuhkan hukuman percobaan. Yaitu dalam waktu 6 bulan setelah vonis jika tidak mengulagi perbuatan pidana maka tidak dipenjara. Tapi jika berbuat pidana maka langsung dipenjara selama 3 bulan.
Duduk sebagai ketua majelis Tardi dengan hakim anggota Ahmad Budiawan dan Rahma Sari Nilam Panggabean

23 Juli 2013
Badan Pengawas (Bawas) MA menelusuri kejanggalan putusan kasus tersebut.

31 Juli 2013
Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menguatkan vonis PN Majalengka

6 Mei 2014
Ketua majelis kasasi hakim agung Dr Salman Luthan dengan anggota Dr Syarifuddin dan Dr Margono membebaskan AS. Ketiganya membebaskan AS karena sebagai guru AS mempunyai tugas untuk mendisiplinkan siswa yang rambutnya sudah panjang/gondrong untuk menertibkan para siswa. Apa yang dilakukan terdakwa adalah sudah menjadi tugasnya dan bukan merupakan suatu tindak pidana dan terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana atas perbuatan/tindakannya tersebut karena bertujuan untuk mendidik agar menjadi murid yang baik dan berdisiplin.





Januari  2016
MA Tidak menerima (menolak) permohonan kasasi IH

Sumber:
http://news.detik.com/berita/3108991/ini-alasan-hakim-penjarakan-ortu-yang-mencukur-rambut-guru-anaknya

http://news.detik.com/berita/2730752/akhirnya-bebas-ini-lika-liku-kriminalisasi-guru-yang-cukur-rambut-siswanya

http://news.liputan6.com/read/2403915/ma-bebaskan-guru-yang-dicukur-orangtua-murid


BACA INFO PENERIMAAN CPNS 2016, TERNYATA MORATORIUM CPNS DIPERPANJANG HINGGA 2016. LALU BAGAIMANA NASIB HONORER K2 (Klik disini)

BACA JUGA!  HEBOH SAJADAH DIJADIKAN ALAS UNTUK MENARI



= Baca Juga =



Blog, Updated at: 5:11 AM

0 comments:

Post a Comment

----------------------------------------------