PENGERTIAN DAN JENIS MEDIA PEMBELAJARAN

Posted By Aina Mulyana on Friday, December 25, 2015 | 9:19 AM

PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN
Sebelum sampai pada kesimpulan tentang media pembelajaran, terlebih dahulu penulis ketengahkan pendapat dari para tokoh pendidikan mengenai media pembelajaran, yaitu menurut Arif Sadiman dkk (1993:7), bahwa  media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.




Media pembelajaran merupakan alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antar guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.   Hal ini senada dengan pendapat Rustiyah NK yang dikutip oleh Zakiah Darajat (1992:80), bahwa media pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antar guru dan siswa dalam proses pengajaran di sekolah.

Sedangkan Mudhofir (1993:81) berpendapat bahwa media adalah sumber belajar, secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda atau pun peristiwa yang membuat kondisi siswa untuk lebih memungkinkan memperoleh pengetahuan keterampilan atau pun sikap.
Memang pada mulanya, media hanya berupa alat bantu mengajar yang hanya digunakan di dalam kelas. Namun dalam perkembangannya, media tidak cukup hanya digunakan di dalam kelas saja, akan tetapi dimungkinkan juga penggunaannya di luar kelas, dan hal ini berkaitan dengan istilah media pembelajaran (intruksional), sebagaimana dikemukakan Arif Sadiman (1993:7) bahwa “Kata intruksional mempunyai pengertian yang lebih luas daripada pengajaran. Jika kata pengajaran ada dalam konteks guru, murid di kelas (ruang) formal, pembelajaran atau intruksional mencakup pula kegiatan belajar mengajar yang tidak dihadiri guru secara fisik. Oleh karena itu, dalam instruction yang ditekankan adalah proses belajar, maka usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa kita sebut pembelajaran”.

Dari definisi-definisi tentang media pembelajaran seperti yang telah dikemukakan di atas, dapatlah ditarik pengertian pokok tentang media pembelajaran, yaitu:
  1. Media pembelajaran identik dengan peragaan.
  2. Media pembelajaran merupakan suatu sarana untuk terciptanya suatu proses belajar mengajar yang dapat menunjang efektivitas keberhasilan belajar siswa.
  3. Media pembelajaran tidak hanya digunakan dalam kelas saja, akan tetapi tidak menutup kemungkinan digunakan di luar proses belajar mengajar.


MACAM-MACAM MEDIA PEMBELAJARAN
Seiring dengan kemajuan teknologi, maka perkembangan media pembelajaran begitu cepat, di mana masing-masing media yang ada punya ciri-ciri dan kemampuan sendiri. Dari hal ini, kemudian timbul usaha-usaha penataannya yaitu pengelompokkan atau klasifikasi menurut kesamaan ciri-ciri atau karakteristiknya. Ciri-ciri umum dari media pembelajaran, adalah:
  1. Media pembelajaran identik dengan pengertian peragaan yang berasal dari kata “raga”, artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat dan didengar dan yang dapat diamati melalui panca indera.
  2. Tekanan utama terletak pada benda atau hal-hal yang dapat dilihat dan didengar.
  3. Media pembelajaran digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pengajaran antara guru dan siswa.
  4. Media pembelajaran adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas.
  5. Media pembelajaran merupakan suatu “perantara” (medium, media) dan digunakan dalam rangka belajar.
  6. Media pembelajaran mengandung aspek, sebagai alat dan sebagi teknik yang erat pertaliannya dengan metode belajar.


Dari ciri-ciri yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sarana, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka mengidentifikasikan komunikasi dan interaksi antar guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.

Taksomi media menurut Rudi Bretz sebagaimana dikutip oleh Arif Sadiman dkk (1993:20) yang membagi ke dalam 8 klasifikasi, yakni:
  1. Media audio visual gerak.
  2. Media audio visual diam.
  3. Media audio semi gerak.
  4. Media visual gerak.
  5. Media visual diam.
  6. Media visual semi gerak.
  7. Media audio.
  8. Media cetak.


Sedangkan menurut Briggs, masih dalam buku Arif Sadiman (1993:23), bahwa terdapat 13 macam media, yaitu sebagai berikut:
  1. Obyek.
  2. Model.
  3. Suara langsung.
  4. Rekaman audio.
  5. Media cetak.
  6. Pembelajaran terprogram.
  7. Papan tulis.
  8. Media transparansi.
  9. Film rangkai.
  10. Film bingkai.
  11. Film.
  12. Televisi.
  13. Gambar.


Perkembangan pendidikan yang sangat pesat, berpengaruh pada perkembangan psikologi belajar dan sistem internasional. Keadaan tersebut, mendorong dan berakibat juga pada kemajuan teknologi pembelajaran dan penambahan baru pada media pembelajaran. Pemikiran-pemikiran dan penemuan baru itu, terjadi antara lain dalam penggunaan multi media dan pusat sumber belajar. Kedua media ini, dianggap sebagai suatu kemajuan besar dan mempunyai peranan yang penting dalam bidang media pembelajaran, yang berfungsi untuk menunjang pelaksanaan sistem intruksional yang lebih efektif.

Adapun bila dilihat dari kedua media tersebut, maka akan dapat diutarakan berbagai hal yang berkaitan dengan kedua jenis media tersebut. Jenis yang pertama adalah multi media. Munurut Oemar Hamalik (1994) yang termasuk dalam perangkat dari jenis media ini adalah:
  1. Gambar
  2. Slide
  3. Film strip
  4. Rekaman
  5. Transparan
  6. Video tape.


Sedangkan media jenis yang kedua adalah pusat sumber belajar, sebagaimana pendapat Oemar Hamalik, yaitu bahwa sumber adalah suatu sistem atau perangkat materi yang sengaja disiapkan atau diciptakan dengan maksud memungkinkan atau (memberi kesempatan) siswa belajar. Sumber belajar adalah semua sumber yang dapat dipakai oleh siswa (sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan siswa lainnya) untuk memudahkan belajar. Pusat sumber adalah suatu tempat sebagai bagian dari suatu ruangan kamar sampai pada suatu kompleks bangunan yang disiapkan secara khusus dengan maksud penyimpanan dan penggunaan suatu kumpulan sumber-sumber, dalam bentuk tercetak dan tak tercetak. Belajar berdasarkan suatu sumber adalah sistem belajar yang terpusat pada siswa, diindividualisasikan dan sangat berstruktur yang menggunakan sepenuhnya sumber-sumber yang bermakna, yakni benda dan manusia, dalam rangka menciptakan  situasi belajar yang efektif. Pusat sumber belajar adalah suatu nama alternatif bagi suatu pusat pada sumber. Belajar dilakukan oleh individu. Dalam konteks pendidikan nasional, pusat sumber belajar pada hakekatnya adalah suatu institusi dalam lingkungan lembaga pendidikan yang berfungsi menyediakan dan melayani berbagai media untuk kepentingan proses belajar mengajar”.

Menurut AECT sebagaimana dikutip oleh Ahmad Rohani (1991:155-156), mengklasifikasikan tentang sumber belajar media menjadi enam macam, yaitu:
  1. Message (pesan), yaitu informasi/ajaran yang diteruskan oleh komponen lain yang dalam bentuk gagasan, fakta, arti dan data. Termasuk dalam kelompok pesan adalah semua bidang studi/mata kuliah atau bahan pengajaran yang diajarkan kepada peserta didik, dan sebagainya.
  2. People (orang), yakni manusia yang bertindak sebagai penyimpan, pengolah dan penyaji pesan. Termasuk kelompok ini misalnya guru/dosen, tutor peserta didik dan sebaginya.
  3. Materials (bahan), yaitu perangkat lunak yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat perangkat keras atau pun oleh dirinya sendiri. Berbagai program media termasuk media materials seperti transportasi, slide, film, audio, video, modul, majalah, buku dan sebagainya.
  4. Device (alat), yakni (suatu perangkat keras) yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan, misalnya OHP, slide, video, tape recorder, dan sebagainya.
  5. Technique (teknik), yaitu prosedur atau acuan yang dipersiapkan untuk penggunaan bahan, peralatan, orang, lingkungan untuk menyampaikan pesan. Misalnya pengajaran terprogram/modul, simulasi, demonstrasi, tanya jawab, CBSA, dan sebagainya.
  6. Setting (lingkungan), yaitu situasi atau suasana sekitar di mana pesan disampaikan. Baik lingkungan fisik ruang kelas, gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, taman, lapangan, dan sebagainya. Juga lingkungan non fisik, misalnya suasana belajar itu sendiri, tenang, lelah, ramai dan sebagainya.




Media pembelajaran kalau dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, maka tidak hanya terbatas ada alat-alat audio visual saja yang dapat dilihat dan dapat didengar, melainkan sampai pada kondisi pribadi siswa dan tingkah laku guru, media pembelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Bahan-bahan cetakan atau bacaan (supplementary materials), berupa bahan bacaan seperti: buku, komik, koran, majalah, bulletin, pamphlet dan lain-lain. Bahan-bahan ini lebih mengutamakan kegiatan bacaan dan menggunakan simbol-simbol kata atau visual.
  2. Alat-alat audio-visual, alat-alat yang tergolong ke dalam kategori ini, terdiri atas:

  • Media pembelajaran tanpa proyeksi, seperti papan tulis. Papan tempel, papan flannel, bagan, diagram, grafik, poster, kartun, komik, gambar.
  • Media pembelajaran tiga dimensi, alat-alat yang tergolong kepada kategori ini terdiri model benda asli, contoh, benda tiruan, diaroma, boneka, topeng, ritatun, lembar balik, peta, globe, pameran dan museum sekolah.
  • Media pembelajaran yang menggunakan teknik atau mesinal, alat-alat yang tergolong dalam kategori ini antara lain, slide, film, setrip, kaset rekaman, radio, televisi, laboratorium elektronik, perkakas oto instruktif, ruang kelas otomatis, sistem interkomunikasi dan komputer.

3. Sumber-sumber masyarakat berupa obyek-obyek peninggalan sejarah, dokumentasi, bahan-bahan makalah dan sebagainya. Dari berbagai bidang meliputi daerah penduduk, sejarah, jenis kehidupan, mata pencaharian, industri, perbankan, perdagangan, pemerintah, kebudayaan, politik dan lain-lain. Untuk mempelajari hal tersebut, diperlukan berbagai metode yakni, karya wisata, manusia, sumber, survey, berkemah, pengambilan sosial kerja pengalaman dan lain-lain.

4. Kumpulan benda-benda (materials collection), berupa benda atau barang-barang yang dibawa dari masyarakat ke sekolah untuk dipelajari seperti, potongan kaca, potongan sendok, daun, benih, bibit, bahan kimia, dan lain-lain.

5. Contoh-contoh kelakuan yang dicontohkan oleh guru, meliputi semua contoh kelakuan yang dipertunjukkan oleh guru sewaktu mengajar, misalnya, dengan tangan, dengan kaki, gerakan badan, mimik dan lain-lain. Peragaan yang tergolong dalam kategori ini tak mungkin kita sebutkan satu-satu, karena sangat banyak macamnya dan sangat tergantung kepada kreasi dan inisiatif pribadi guru sendiri, tetapi pada pokoknya jenis media ini hanya dapat dilihat, didengarkan, dan ditiru oleh siswa. 

Sumber Bacaan:
Ahmad Rohani, 1991 Pengelolaan Pelajaran, Jakarta: Rineka Cipta
Arif Sadiman, 1993 Media Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada
Oemar Hamalik, 1994 Media Pendidikan, Bandung: Citra Adtya Bakti
Zakiah Darajat, 1992 Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara





= Baca Juga =



Blog, Updated at: 9:19 AM

4 comments:

  1. Terima kasih atas infonya, sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih atas infonya, sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  3. Oke, makasih banyak. Postingnya sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  4. Thanks, postingnya keren dan sangat bermanfaaat

    ReplyDelete

----------------------------------------------