KISRUH LIGA SUPER INDONESIA (LSI)

Posted By Aina Mulyana on Friday, February 20, 2015 | 4:14 PM

Putusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menunda kick-offLiga Super Indonesia (LSI) 2015 menimbulkan Kisruh Liga Super Indonesia (LSI) dan mendapat respons keras dari klub. Sebagai bentuk perlawanan, perwakilan ke-18 klub melakukan pertemuan di Bandung dan mengeluarkan deklarasi sebagai bentuk perlawanan atas putusan Menpora dan BOPI.

"18 klub dan PT Liga Indonesia (LI) menanggapi surat dari Menpora. Kami menyayangkan atas putusan tersebut. Begitu juga dengan suporter. Kami merasa hal seperti ini tak perlu terjadi," kata Manajer Persib Bandung Umuh Muhtar usai acara "Deklarasi Bandung", di Lapangan Progresif, Bandung, Jumat (20/2/2015).
"Putusan Menpora sangat aneh. Pasalnya AFC memberi lampu hijau kepada Persib untuk tampil di Liga Champions. Jadi sangat aneh pertandingan kami di kompetisi lokal tak diberi izin," tambah Umuh.
Karena merasa dirugikan, ke-18 klub LSI akan bertindak tegas terhadap putusan Menpora dan BOPI. Salah satunya menuntut BOPI secara hukum.
"Kami akan bersikap tegas. Kami akan meminta kepada PT LI membawa kasus ini ke meja hijau. Tentunya melalui pengacara kami (18 klub)," tegas CEO Persebaya I Gede Widiadi.
Berikut isi Deklarasi Bandung ke-18 klub LSI 2015 berkaitan dengan Kisruh Liga Super Indonesia (LSI)

Menyikapi
1. Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang melarang kick off Indonesia Super League (ISL) pada 20 Februari 2015, dan menyebabkan kompetisi ISL musim 2015 berada dalam kondisi ketidakpastian,
2. Surat FIFA tanggal 19 Februari
3. Keputuaan exco tanggal 19 Februari bahwa ini adalah force majeur.
Maka kami, 18 klub anggota PSSI peserta LSI mengumumkan sikap kami dalam DEKLARASI BANDUNG:
Sikap Kami:
1. Memerintahkan kepada PT Liga Indonesia sebagai operator ISL untuk tidak mengindahkan apa yang ditetapkan oleh Menpora melalui BOPI, terkait dengan persyaratan dalam penerbitan rekomendasi izin ISL
2. Merencanakan jadwal baru LSI 2015,
3. Melakukan penyesuaian program dalam masa transisi hingga kick off.
4. Mengambil langkah strategis lainnya untuk memproteksi bisnis klub. 

Presiden diminta Turun Tangan Selesaikan KISRUH LIGA SUPER INDONESIA (LSI)
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo diminta turut terlibat untuk membenahi persoalan di persepakbolaan Indonesia. Permintaan itu ditegaskan oleh sekretaris Persipura Jayapura, Rocky Bebena di Bandung, Jumat 20 Februari.
"Kami (18 klub Liga Super Indonesia) memohon kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi untuk mengambil tindakan atas keputusan Menpora terhadap sepak bola Indonesia yang esensi dan substansinya adalah melakukan abuse of power dengan menghambat, menghalangi, mempersulit, dan melarang kami melaksanakan kompetisi," kata Rocky seusai pertemuan dengan perwakilan 18 klub LSI di lapangan Progresif, Bandung, Jumat (20/2/2015).
Situasi ini merupakan buntut dari putusan Menteri Pemuda dan Olahraha (Menpora) Imam Nahrawi dan Badan Olahraga Profesional (BOPI) yang menunda kick-off laga perdana LSI 2015 antara Persib Bandung vs Persipura yang harusnya digelar pada Jumat 20 Februari.
Lantaran merasa dirugikan atas putusan tersebut, pihak klub akhirnya merasa gerah dan berusaha "melawan" balik Menpora dan BOPI.

"Banyak yang dirugikan atas putusan Menpora dan BOPI. Klub rugi, pemain rugi, sponsor juga merugi. Bagaimana mungkin pihak yang tidak mengerti sepak bola mengambil kebijakan soal persepakbolaan nasional. PT LI harus mengambil langkah tegas atas persoalan ini," geram CEO Persebaya Surabaya, I Gede Widiadi. 

Sumber Informasi: http://bola.metrotvnews.com/


Blog, Updated at: 4:14 PM

0 comments:

Post a Comment

----------------------------------------------