HADIAH TAHUN BARU 2015: TARIF KERETA API DAN TARIF DASAR LISTRIK (TDL) NAIK MULAI 1 JANUARI

Posted By Aina Mulyana on Friday, December 5, 2014 | 8:56 AM

Menjelang Tahun Baru 2015, PT Kereta Api Indonesia akan menaikkan harga tiket seluruh Kereta Api penumpang berkisar 7-8 persen dari harga sekarang mulai 1 Januari 2015. Kenaikan tarif sebagai usaha menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. 

"Rencana kenaikkan harga karcis Kereta Api berkisar tujuh sampai delapan persen masih kami matangkan. Yang jelas kenaikan akan dimulai 1 Januari 2015," kata Direktur PT KAI Edi Sukmoro di Bojonegoro, Jumat (5/12).

Kenaikan harga tiket penumpang Kereta Api termasuk juga harga tiket Kereta Api yang masuk dalam "public service obligation" atau PSO, seperti Kereta Api Kertajaya jurusan Surabaya-Jakarta atau kereta rel diesel (KRD) Bojonegoro-Surabaya. "Ya besarnya kenaikan karcis Kereta Api yang masuk PSO tinggal menyesuaikan," ucapnya.

Selain kenaikan harga tiket kereta api, tahun baru 2015 juga akan disambut dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di atas 1.300 VA.. Pemerintah mulai 1 Januari 2015 memberlakukan perubahan tarif listrik secara otomatis (automatic tariff adjustment) lanjutan terhadap delapan golongan pelanggan, yakni pertama rumah tangga R1 dengan daya 1.300 VA. Kedua, rumah tangga R2 dengan daya 2.200 VA. Ketiga, rumah tangga R2 dengan daya 3.500-5.500 VA. Keempat, golongan pelanggan industri I3 dengan daya di atas 200 kVA. Kelima, golongan pelanggan industri I4 dengan daya di atas 30 ribu kVA. Keenam, kantor pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVA. Ketujuh, penerangan jalan umum P3. Kedelapan, golongan pelanggan layanan khusus. 

Sebelumnya, pemerintah telah memberlakukan perubahan tarif listrik secara otomatis terhadap empat golongan pelanggan pada pertengahan tahun ini. Pertama, golongan rumah tangga R3 dengan daya 6.600 VA ke atas. Kedua, Golongan B3 dengan daya di atas 200 KVA. Ketiga, golongan B2 dengan daya 6.600 VA-200 KVA. Keempat, golongan kantor pemerintahan P1 dengan daya 6.600 VA-200 kVA.

Direktur Jenderal Kelistrikkan Kementerian ESDM, Jarman mengatakan, dengan tarif listrik secara otomatis lanjutan, maka tarif listrik akan fluktuatif. Besaran tarif akan mengikuti sejumlah indikator, yaitu kurs dolar AS, harga rata-rata minyak Indonesia (ICP), dan inflasi. ICP berpengaruh karena harga gas biasanya dikaitkan dengan subsidi.

Dia melanjutkan, dengan begitu, apabila ketiga indikator itu berubah, harga listrik juga mengikuti. ''Sehingga bila kurs dolar AS naik, tarif listrik naik demikian sebaliknya,'' katanya, Kamis (4/12). Aturannya, kata dia, telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 31 Tahun 2014 tentang tarif listrik. Dalam aturan tersebut disebutkan mulai 1 Januari 2015, terdapat 12 golongan pelanggan tarif non subsidi yang akan dikenakan penyesuaian.

Berikut adalah 12 golongan pelanggan listrik yang masuk kelompok non subisdi dan akan segera terkena penyesuaian tarif listrik:
1. Rumah Tangga R-1/TR daya 1.300 VA,
2. Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200VA,
3. Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500VA s.d 5.500VA, 
4. Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600VA keatas, 
5. Bisnis B-2/TR, daya 6.600VA s.d 200kVA, 
6. Bisnis B-3/TM daya diatas 200kVA,
7. Industri I-3/TM daya diatas 200kVA,
8. Industri I-4/TT daya diatas 30.000kVA, 
9. Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600VA s.d 200kVA, 
10. Kantor Pemerintah P-2/TM daya diatas 200kVA, 
11. Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan 12. Layanan khusus TR/TM/TT.




Sumber Berita: http://www.republika.co.id/ 


Blog, Updated at: 8:56 AM

0 comments:

Post a Comment

----------------------------------------------