UN TAHUN 2015 TIDAK JADI STANDAR KELULUSAN ?

Posted By Aina Mulyana on Sunday, November 16, 2014 | 5:53 AM

Perkembangan permasalahan UN atau Ujian Nasional  di tahun 2015 nampaknya mengarah pada masih tetap dilaksanakannya UN  atau Ujian Nasional, namun hasil UN tidak menjadi tolok ukur kelulusan. Hal ini tersirat dari pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menegaskan UN atau Ujian Nasional itu sebagai alat ukur pendidikan, fungsi UN sebagai syarat kelulusan siswa, kata Anies, akan dipelajari lebih mendalam.

Berkaitan degan hal tersebut para pelajar di Indonesia harus tetap bersiap diri untuk menghadapi UN atau Ujian Nasional pada tahun 2015 yang akan datang. Sebab, dengan kemungkinan UN tidak dijadikan sebagai syarat kelulusan sangat memungkinkan hasil UN akan dijadikan salah satu pertimbangan seleksi masuk ke sekolah yang lebih tinggi atau masuk Perguruan Tinggi karena hasil UN dipandang lebih obyektif seperti hasil EBTA/EBTANAS yang dilaksanakan pada tahun 1980-an hingga tahun 1990-an.

Adapun alasan Mendikbud untuk tetap melaksanakan UN atau Ujian Nasional di tahun 2015 nanti, karena UN dapat dijadikan  sebagai alat ukur pendidikan. Apakah pendidikan itu sudah merata atau belum, UN atau Ujian Nasional sebagai alat ukur harus bisa diterapkan untuk mengukur apa pun metode belajar siswa. Dengan demikian, selama proses belajar berjalan baik, UN atau Ujian Nasional bukan hal yang menakutkan bagi siswa, orang tua, guru, dan sekolah. ’’ paparnya di Jakarta Kamis (13/11). 

Mendikbud menjelaskan salah permasalahan yang krusial adalah urusan pemertaan pendidikan. Berkaitan dengan hal tersebut, UN atau Ujian Nasional harus diposisikan untuk mendukung pemetaan pemertaan kualitas pendidikan. Selain itu unas juga harus diposisikan sebagai pendukung kepentingan siswa dalam belajar. Mendikbud menegaskan bahwa pendidikan jangan dijadikan penderitaan. Pendidikan harus menjadi sesuatu yang membahagiakan. Anies menuturkan sangat mengerikan jika dalam proses pendidikan terjadi program-program yang membuat siswa menjadi menderita. Termasuk program UN atau Ujian Nasional, yang setiap tahun dikabarkan selalu membuat siswa cemas. 


Kita berharap rencana Mendikbud untuk menjadikan UN atau Ujian Nasional 2015 sebagai pemetaan dan tidak dijadikan tolak ukur atau syarat kelulusan segera direalisakan dengan mengeluarkan Peraturan Menteri atau Permendikbud. Jika ini menjadi kenyataan kita tentunya menunggu revisi Permendikbud Nomor 144 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015 serta menunggu POS UN atau Ujian Nasional 2015. Pelaksanaan UN  atau Ujian Nasional 2015 mungkin akan sama dengan pelaksanaan EBTA/EBTANAS yang pernah dilaksanakan pada dekade  tahun 1980-an hingga tahun 1990-an yang hasil relatif lebih objektif.


Blog, Updated at: 5:53 AM

1 comments:

----------------------------------------------