ANIES BASWEDAN JANJI PERJUANGKAN UPAH MINIMUM BAGI GURU HONORER

Posted By Aina Mulyana on Tuesday, November 25, 2014 | 10:04 AM

Bertepat dengan hari Guru ke-69, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengakui banyak pekerjaan rumah (PR) pemerintah yang belum tuntas dan dilaksanakan dengan baik. Mendikbud akan berusaha menyelesaikan status kepegawaian guru yang meliputi penempatan, gaji, dan lainnya. Gaji rendah yang diterima guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan segera ia koordinasikan dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (Menpan-RB).

"Saya katakan masih banyak pekerjaan rumah pemerintah yang belum ditunaikan. Kita harus akui, kita belum lakukan dengan baik," ujar Anies setelah menghadiri upacara Hari Guru Nasional  ke-69 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Masih banyak guru, tambah Anies, yang status kepegawaiannya belum jelas. Kondisi demikian diperparah dengan gaji yang rendah. Jika tenaga kerja punya upah minimum, katanya, guru sedianya juga memilikinya. “Guru tidak bisa bekerja seperti sekarang. Itu PR kita, harus kita tuntaskan,” ucapnya usai memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional di halaman kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa pagi, 25 November 2014.

Ia menyatakan bahwa Kendati inisiatif berasal dari Kemendikbud, namun harus diputuskan bersama Kemenpan RB dan Presiden. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan menjanjikan akan ada batas minimun gaji yang diterima guru. Ia berusaha akan mencarikan solusi bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (Menpan-RB).untuk menetapkan batas minimum penghasilan.

"Gaji guru jangan sampai Rp 150.000, itu namanya basa-basi bukan gaji. Insya Allah bisa kita rubah, jadi bukan dari Kemendikbud tapi harus diputuskan bersama dengan Kemenpan dan presiden,"kata penggagas program "Indonesia Mengajar itu.
Namun hingga saat ini, Anies belum menentukan berapa gaji minimum yang akan diterima guru. Batas gaji minimun meliputi gaji guru kontrak dan guru selain PNS. Yang pasti, gaji tersebut berbeda di tiap tempat.


Kita berharap penetapan gaji minimum bagi guru juga berlaku bagi guru-guru honorer yang bertugas di  sekolah negeri. Di daerah masih sangat banyak honor atau gaji guru kontrak yang bertugas di sekolah negeri jauh di bawah UMR kabupaten/kota masing-masing. Mudah-mudahan ke depan sistem penggajian guru terpisah dari dana BOS yang selama ini diberikan, karena sangat sulit memberikan honorer guru sesuai UMR apabila Juknis pengugunaan Dana BOS untuk honor bulan dibatasi seperti saat ini.


Blog, Updated at: 10:04 AM

1 comments:

  1. Mudahan-mudahan dapat direalisasikan. Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin

    ReplyDelete

----------------------------------------------