KENAIKAN GAJI PNS TAHUN 2015 DIRENCANAKAN SEBESAR 6%

Posted By Aina Mulyana on Wednesday, October 15, 2014 | 5:27 AM

Dalam rangka meningkatkan kinerja PNS, pemerintah pada tahun 2015 berencana kembali menaikan gaji PNS sebasar 6% dan kenaikan tunjangan uang makan dan lauk pauk sebesar Rp 5.000. Selian itu kenaikan gaji juga bertujuan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan PNS terkait inflasi.

Dalam RAPBN 2015 pemerintah kembali menaikan gaji dan uang makan PNS sebesar enam persen. Kenaikan tersebut termasuk kepada Polisi/TNI dan berlaku di 2015. Seperti yang tertuang dalam pemaparan RUU APBN 2015, di Jakarta, pekan lalu, Badan Anggaran (Banggar) DPR dan Pemerintah telah sepakat untuk menggunakan alokasi dana untuk menaikkan gaji PNS dan TNI/Polri. Anggaran kenaikan gaji PNS, TNI/ Polri rata-rata sebesar enam persen. Jadi sebesar Rp 4,1 triliun.

Selain kenaikan gaji, para abdi Negara (PNS) itu  juga di tahun 2015 masih akan menerima kenaikan tunjangan uang makan dan lauk pauk sebesar Rp 5.000. Untuk anggaran tersebut, dialokasikan dana Rp 2,57 triliun. Anggaran Kementerian Lembaga dalam RUU APBN 2015 mengalami pelonjakan menjadi Rp 647,3 triliun yang artinya meningkat Rp 46,78 triliun dari usulan awal pemerintah yang mencapai Rp 600,6 triliun.

Tidak hanya itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (15/8/2014). menuturkan, kenaikan enam persen ini juga berlaku bagi pensiunan PNS, dan juga abdi negara lainnya. Namun, besaran untuk pensiunan ini sebesar lima persen.
Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menyatakan bahwa kenaikan gaji dan uang makan PNS dalam RAPBN 2015 ini masih bisa dikoreksi kembali oleh pemerintah selanjutnya. "Pemerintah baru bisa koreksi, bebas lakukan apa saja," pungkasnya

Alaternatif lain selain kenaikan gaji sebesar 6%, pemerintah masih memungkinkan menaikkan gaji PNS berdasarkan system kinerja. Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Eko Prasodjo, menyatakan PNS tidak serta merta akan naik gajinya. bahkan janji kenaikan gaji PNS dan TNI/Polri sebesar enam persen tersebut kemungkinan malah batal. Eko menyebutkan, berdasarkan UU Aparatur Sipil Negara (ASN), kenaikan gaji aparatur dinilai berdasarkan kinerja bukan langsung naik saja. Besarnya kenaikan gaji akan menyesuaikan dengan kinerja dan jabatan. Seperti misal, kinerja seorang PNS mendekati sempurna atau bagus, mendapatkan kenaikan empat kali gaji pokok. Kemudian pencapaian kinerja seorang PNS sempurna, akan mendapat kenaikan gaji hingga 8 kali gaji pokok.

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo, mengungkapkan, dengan adanya beleid baru ini maka nantinya ada tiga kelompok penerima gaji di kalangan PNS berdasarkan kinerja, yakni outstanding, excellent, successful,  dan poor.

Kategori kinerja ini akan mengakibatkan besar atau kecilnya pendapatan yang dibawa pulang atau take home pay PNS tersebut. "Cara ini lebih efektif untuk mendongkrak kinerja PNS," tuturnya, Selasa (7/10/2014) lalu sebagaimana di berita dalam bisniskeuangan.kompas.com.

Golongan outstanding adalah mereka yang jauh melebihi target.Excellent mencapai di atas target, successful mencapai target, dan poor tak mencapai target. Bahkan golongan poor akan menerima sanksi berupa penurunan pangkat bahkan bisa direkomendasikan untuk diturunkan penghasilan ataupun dipensiunkan lebih cepat. "Konsep ini bertujuan agar daya saing dan kualitas pegawai pemerintah agar tak kalah dengan pegawai swasta," kata Eko.


Label: Gaji PNS 2015, Tabel Gaji PNS 2015, Daftar Gaji PNS 2015, Kenaikan Gaji PNS 2015


Blog, Updated at: 5:27 AM

1 comments:

  1. Thank, memang sudah seharusnya gaji PNS tahun 2014 naik untuk menyesuaikan daya beli PNS

    ReplyDelete

----------------------------------------------