JUKNIS BANSOS BUKU TEKS KURIKULUM 2013 TAHUN ANGGARAN 2014

Posted By Aina Mulyana on Tuesday, May 27, 2014 | 8:33 AM


Agar implementasi kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2014/2015 berjalan dengan baik dan lancar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota memberikan Bansos Buku Teks Kurikulum 2013 untuk SD dan SMP/SMPT baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.



Sebagaimana diketahui pada tahun pelajaran 2014/2015  implementasikan kurikulum 2013 akan diberlakukan pada semua satuan pendidikan: SD/MI  kelas 1, 2, 4 dan  5; SMP/MTs  kelas 7 dan 8; dan SMA/MA/SMK/MAK kelas 10 dan 11 di seluruh Indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut, penyediaan buku di  semester I Tahun Pelajaran 2014/2015 akan menggunakan dana bantuan sosial atau Bansos penyediaan buku kurikulum 2013 yang bersumber dari dana dekonsentrasi tahun  anggaran 2014, dan  kekurangannya dipenuhi dari dana  BOS yaitu sekitar 5% dari total dana yang diterima dalam satu tahun anggaran. Sedangkan untuk semester II tahun pelajaran 2014/2015, penyediaan buku teks pelajaran dan buku pegangan guru kurikulum 2013 dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dengan sumber DAK tahun anggaran 2014 atau menggunakan dana APBD Daerah Tingkat II bagi Kabupaten/Kota yang tidak menerima DAK.
Berdasarkan Juknis, dana bantuan sosial atau Bansos penyediaan buku kurikulum 2013 tahun 2014 bertujuan untuk:
1. Memberikan bantuan  kepada  sekolah dalam  rangka penyediaan bukuteks pelajaran kurikulum 2013 yang akan digunakan pada Tahun Pelajaran 2014/2015 bagi siswa dan buku pegangan guru. Untuk buku teks pelajaran yang masa pakainya satu semester (beda buku di  tiap semester),  maka dana  Bantuan Sosial  Penyediaan Buku Teks Kurikulum 2013  hanya digunakan untuk membeli buku untuk keperluan semester I;
2. Mendukung pencapaian tujuan kurikulum 2013, yaitu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Adapun Sasaran  dana bantuan sosial atau Bansos penyediaan buku kurikulum 2013 tahun 2014 Tahun Pelajaran 2014/2015 bagi siswa dan pegangan guru adalah semua SD dan SMP/SMPT  baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Khusus sekolah swasta, sekolah sasaran adalah sekolah yang sudah memiliki izin operasional.
Sumber dana untuk pembelian buku teks pelajaran kurikulum 2013 Tahun Pelajaran2014/2015  untuk siswa dan buku pegangan guru bersumber dari:
1. Dana dekonsentrasi  tahun   anggaran 2014  berupa dana Bansos Buku Teks Kurikulum 2013   yang   akan  disalurkan  oleh Dinas Pendidikan Provinsi ke rekening  sekolah;
2. Dana BOS yang diterima oleh sekolah,  untuk  memenuhi kekurangan dana dari anggaran dekonsentrasi. Porsi dana BOS  yang digunakan   untuk memenuhi kekurangan   buku agar   tercapai   rasio1 anak 1buku   adalah sekitar  5%  dari total dana  yang diterima dalam satu tahun anggaran 2014;
3. Bagi sekolah yang menolak  dana BOS tapi   bersedia menerima dana Bantuan Sosial Penyediaan Buku Teks Kurikulum 2013,  kekurangan  dana harus dipenuhi dari sumber pendanaan dari sekolah.
Sekolah Penerima Bantuan dana bantuan sosial atau Bansos penyediaan buku kurikulum 2013 tahun 2014
1. Semua  SD/SMP/SMPT negeri wajib  menerima dana bantuan sosial atau Bansos penyediaan buku kurikulum 2013 tahun 2014.
2. Semua SD/SMP/SMPT swasta yang sudah memiliki izin operasional   berhak menerima  dana bantuan sosial atau Bansos penyediaan buku kurikulum 2013 tahun 2014.
3. Sekolah swasta berhak pula untuk menolak dana bantuan sosial atau Bansos penyediaan buku kurikulum 2013 tahun 2014 Penyediaan Buku Teks Kurikulum 2013. Penolakan ini harus dinyatakan secara tertulis kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan sepengetahuan Komite Sekolah.
Sekolah yang telah menyatakan menerima dana bantuan sosial atau Bansos penyediaan buku kurikulum 2013 tahun 2014  mempunyai kewajiban sebagai berikut:
1. Membeli buku teks  pelajaran kurikulum  2013 Tahun Pelajaran 2014/2015 yang sudah ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
2. Buku yang dibeli oleh SD adalah seluruh buku tema untuk kelas 1, 2, 4, dan 5. Sementara buku yang dibeli oleh SMP/SMPT adalah seluruh buku mata pelajaran kelas 7 dan 8.Buku yang dibeli adalah buku yang akan digunakan untuk satu tahun pelajaran. Sedangkan  untuk buku  teks pelajaran yang  materinya  dituangkan dalam  buku yang berbeda (masing-masing untuk digunakan pada semester I dan semester II), sekolah  hanya membeli buku untuk keperluan semester I;
3. Buku yang dibeli harus memenuhi kebutuhan, yaitu:
a. Setiap siswa menerima1 buku di tiap  mata   pelajaran/tema;
b. Setiap guru menerima 1 buku pegangan guru untuk tiap mata pelajaran/tema dan 1 buku teks siswa di tiap mata pelajaran/tema pada tiap jenjang kelas;
c. Kepala Sekolah menerima 1 buku teks siswa dan 1 buku pegangan       gurudi tiap mata  pelajaran/tema pada seluruh jenjang kelas;
d. Khusus  untuk SD,  guru PJOK   menerima menerima1 buku teks siswa dan 1 buku pegangan guru di tiap mata pelajaran/tema pada seluruh jenjang kelas;
e. Untuk pengembangan perpustakaan, volume buku yang dibeli  ditambah  5% dari total jumlah buku yang  dibeli di tiap mata pelajaran/ tema.
4. Buku    sudah    harus tersedia sebelum Tahun Pelajaran 2014/2015 dimulai (sebelum Juli 2014);
5. Apabila jumlah siswa   pada Tahun Pelajaran   2014/2015 lebih besar   daripada  jumlah siswa pada saat  penetapan alokasi  Bantuan Sosial   Penyediaan  Buku Teks  Kurikulum 2013,  maka sekolah dapat membeli  kekurangan  buku dengan  menggunakan  dana BOS yang diterima oleh sekolah. Sedangkan bagi sekolah yang  menolak BOS, kekurangan buku  harus dipenuhi dari  sumber   pendanaan sekolah.
6. Buku teks pelajaran kurikulum 2013 bagi siswa  dan buku pegangan  guru  digunakan   sebagai acuan wajib   dalam    pembelajaran  dan  digunakan   sesingkat-singkatnya selama 5 (lima) tahun, kecuali apabila ada ketentuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan buku tersebut sudah tidak berlaku lagi;
7. Buku  teks  pelajaran untuk  SD  kelas 1dan  2 diberikan kepada   siswa  sebagai  milik   siswa.  Sedangkan   buku  teks pelajaran untuk SD kelas 4 dan 5, serta SMP/ SMPT kelas 7 dan   8  harus  dicatat   sebagai   inventaris   sekolah   dan   harus dipinjamkan kepada siswa   untuk  dibawa    pulang   dan dikembalikan  pada akhir  semester  atau  akhir tahun pelajaran;
8. Buku   pegangan   guru   baik   untuk   SD   maupun   SMP/SMPT merupakan       barang    inventaris    sekolah   dan    dipinjamkan kepada guru;
9. Sekolah dilarang memungut biaya kepada orang tua siswa rangka  pengadaan/perawatan  buku   teks   pelajaran kurikulum 2013.
Alokasi dana bantuan sosial atau Bansos penyediaan buku kurikulum 2013 tahun 2014 adalah sebagai berikut:
a.    Untuk SD
Alokasi tiap sekolah dihitung dengan rumus:
Jumlah dana buku siswa = Jumlah siswa kelas 1, 2, 4 dan 5 x unit cost buku siswa
Jumlah dana  buku pegangan guru = jumlah guru kelas 1, 2, 4 dan 5 x unit cost buku pegangan guru
Unit cost buku dihitung dengan rumus sbb:
Untuk Buku Siswa
Jumlah pagu anggaran dekonsentrasi untuk buku teks siswa / Jumlah siswa kelas 1, 2, 4 dan 5 x unit cost buku siswa
Sedangkan untuk buku guru
Jumlah pagu anggaran dekonsentrasi untuk buku teks guru / Jumlah guru

b.    Untuk SMP
Alokasi tiap sekolah dihitung dengan rumus:
Jumlah dana buku siswa =  Jumlah siswa kelas 7 dan 8 x Rp. 50.000
Jumlah dana buku pegangan guru =  15 x Rp. 14.000
Bagi Anda yang membutuhkan Detail Lengkap Juknis bansos Buku Kurikulum 2013 Tahun 2014 Silahkan klik link download di bawah ini

Link Download JUKNIS Bansos Buku Kurikulum 2013 Tahun2014

Blog, Updated at: 8:33 AM

0 comments:

Post a Comment

----------------------------------------------