BANTUAN SOSIAL PENDIDIKAN PAKET B

Posted By Aina Mulyana on Tuesday, May 27, 2014 | 7:41 AM


Pendidikan Program Paket B sebagai  salah  satu  bentuk  layanan pendidikan yang dibutuhkan keberadaannya oleh masyarakat, memiliki  peran  strategis dalam upaya memfasilitasi anak-anak yang putus sekolah (drop out). Program Paket  B berfungsi memberi layanan  pendidikan kepada  masyarakat  yang berusia  di atas 18 tahun  atau anak usia  sekolah tingkat  SMP  yang  sudah menikah.

Pemerintah  memiliki  kewajiban memberikan  layanan  pendidikan  bagi semua warga negara Indonesia, termasuk  mereka  yang  membutuhkan layanan pendidikan Paket B, karena faktor sosial dan ekonomi.
Untuk  mendukung  kelancaran  dan  keberhasilan  layanan  pendidikan  bagi mereka,  pemerintah  melalui  Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan, Direktorat Jenderal  Pendidikan  Dasar,  Direktorat  Pembinaan  Sekolah Menengah  Pertama memberikan  Bantuan  Sosial  (Bansos)  untuk Penyelenggaraan  Pendidikan  Program Paket  B.  Bansos  dimaksud  disalurkan melalui Lembaga Penyelenggara  Pendidikan Program Paket  B yang memenuhi persyaratan administrasi dan teknis penyelenggaraan
Kriteria  Penyelenggara Program Paket B yang dapat memperoleh Dana Bansos Sosial Pendidikan Paket B untuk LAPAS, Anak Jalanan, Rumah Singgah, Panti Sosial, Panti Rehabilitasi dan Lembaga  Sejenis Lainnya, adalah sbb:

A. Kriteria Penyelenggara Program Paket B
1.  Lembaga telah berbadan hukum;
2.  Memiliki  ijin  operasional  dari  Dinas  Pendidikan  Kabupaten/Kota setempat;
3.  Mampu menyiapkan fasilitas pembelajaran Paket B;
4.  Memiliki rekening dan NPWP atas nama lembaga;
5.  Memiliki  surat  keterangan  domisili  lembaga  dari Desa/ Kelurahan/ Kecamatan setempat
6.  Sanggup menyusun dan mengajukan proposal untuk memperoleh Bansos kepada Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama(lihat lampiran 1);
7.  Bersedia  menandatangani  Surat  Perjanjian  Kerjasama  dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama;
8.   Surat  rekomendasi  dari  Dinas  Pendidikan  Kabupaten/ Kota  setempat  (lihat lampiran 3);
9.  Bersedia membuat Surat Pertanggungjawaban Mutlak (lihat lampiran 4);
10. Bersedia  membuat  Surat  Pernyataan  Kesanggupan  Pelaksanaan Program(lihat lampiran 5);
11. Surat keterangan domisili dari Kelurahan/Kecamatan setempat; 
12. Memiliki  hubungan  kerjasama/kemitraan  dengan  Lembaga Pemasyarakatan  (LAPAS),  Rumah  Singgah,  Anak  Jalanan,  Panti  Sosial, Panti Rehabilitasi dan Lembaga sejenis lainnya serta dinas terkait dimana peserta didik berada. 

B. Kriteria Peserta Didik Program Paket B
Peserta  didik  yang  berhak  mendapatkan  bantuan  penyelenggaraan program Paket B   adalah mereka yang memiliki kriteria sebagai berikut.
a.  Warga  masyarakat  berusia  di  atas  18  tahun  atau  di  bawahnya  yang belum  menyelesaikan  pendidikan  setingkat  SMP  di  Lembaga Pemasyarakatan  (LAPAS),  Rumah  Singgah,  Anak  Jalanan,  Panti  Sosial, Panti Rehabilitasi dan Lembaga sejenis lainnya dan ingin mendapatkan ijazah Paket B;
b.  Terdaftar  sebagai  peserta  didik  yang  masih  aktif  mengikuti  Program Paket  B  di  Lembaga  Pemasyarakatan  (LAPAS),  Rumah  Singgah,  Anak Jalanan, Panti Sosial, Panti Rehabilitasi dan Lembaga sejenis lainnya.
c. Jumlah  peserta  didik  untuk  setiap  kelompok  belajar  berjumlah  25  orang peserta didik untuk program Paket B.
d. Seleksi  peserta  didik  atau  kelompok  belajar  pada  Lembaga Pemasyarakatan  (LAPAS),  Rumah  Singgah,  Anak  Jalanan,  Panti  Sosial, Panti  Rehabilitasi  dan  Lembaga  sejenis  lainnya  dilakukan  oleh  Lembaga Penyelenggara  Pendidikan  Program  Paket  B  berkoordinasi  dengan  dinas terkait.  Hasil  seleksi  peserta  didik  disahkan  dan  disetujui  oleh  unsur pimpinan pada lembaga terkait.

C. Kriteria Proses Pembelajaran Program Paket B
1.  Proses  pembelajaran  bagi  anak  Lembaga  Pemasyarakatan  (LAPAS), Rumah  Singgah,  Lembaga  yang  menangani  Anak  Jalanan,  Panti  Sosial, Panti  Rehabilitasi  dan  Lembaga  sejenis  lainnya  pelaksanaannya  sama dengan proses pembelajaran paket B pada umumnya.
2.  Tutor  yang  melaksanakan  tugas  pembelajaran  pada  Lembaga Pemasyarakatan  (LAPAS),  Rumah  Singgah,  Anak  Jalanan,  Panti  Sosial,Panti  Rehabilitasi  dan  Lembaga  sejenis  lainnya  dapat  berasal  dari PKBM/SKB atau karyawan lembaga setempat. 
3.  Tutor program Paket  B  minimal  7 orang yang terdiri atas 6 orang tutor akademik dan 1 orang nara sumber teknis/tutor keterampilan.
Jumlah bantuan bervariasi sesuai Rencana Anggaran Biaya antara Rp 18.00.000.- sampai dengan Rp. 32.000.000 pertingkatan kelas (lihat Juknis)
Bagi Anda pengelola Pendidikan Paket B untuk LAPAS, Anak Jalanan, Rumah Singgah, Panti Sosial, Panti Rehabilitasi dan Lembaga  Sejenis Lainnya yang tertarik untuk memperoleh dana bantuan sosial ini silahkan download dan pelajari Juknis Bansos ini.



Blog, Updated at: 7:41 AM

0 comments:

Post a Comment

----------------------------------------------